[Suatu hari, tiga tahun yang lalu, saya sedang bete berat. Entah mengapa, dunia terasa sempit, sumpek dan menyebalkan. Padahal banyak pekerjaan yang mestinya saya selesaikan. Laporan praktikum yang bertumpuk, makalah-makalah serta seabrek PR dari banyak organisasi yang kebetulan saya ikuti. Dalam perjalanan pulang menuju kost, mata saya tiba-tiba tertumbuk pada sebuah wartel. Tanpa tahu mau menelepon siapa dan untuk apa menelepon, saya dengan linglung memasuki salah satu kabin. Sebuah nomor tiba-tiba terpencet otomatis. 8411063! “Assalamu’alaikum…” sebuah suara yang mendadak terasa merdu terdengar.
Cakap dan Cantik bukan berasal dari wajah...tetapi mereka berasal dari hati...
Pages
▼
Sabtu, 28 Juli 2012
Kamis, 05 Juli 2012
PART 2#
”Assalamu’alaikum......” terdengar salam di luar pintu.
“Wa’alaikumussalam......eh,
mas Zilal. Kok malam mas pulangnya? Ayah sama ibu nunggu lama tuh di ruang
tengah.” Kata Aulia setelah ia membukakan pintu kakanya.
“Oh,
iya dek.”
Setelah
Zilal menuju kamar untuk menaruh tasnya, ia berlanjut ke ruang tengah menemui orang-orang yang sangat ia
cintai, ayah dan ibunya.
Ketika Syair Mengabadikan Lafadz Mulia
PART 1#
“Kakak, ayo kita main. Adek
cendirian nih……” gadis yang manis itu dengan lincah mendekap pinggang
kakaknya dengan manja. Sang kakak dengan spontan menghadap ke arah adiknya.
”Eh adik
? bentar ya, kakak lagi bantuin ibu nih. Bentaaar aja.”
”Bantuin
apa sih ?”
”Bantuin
masak. Adek mau bantuin?”
”Iya.
Adek mau belajar masak. Tapi nanti aja deh, adek mau maen dulu.”
”Ya
udah. Sana maen dulu. Nanti kakak nyusul deh!”
”Beneran
ya kak ?”